Shaf tarawih

Gue hanya mencoba menelisik kebiasaan masyarakat yang menyinyiri shaf tarawih yang semakin lama semakin maju. Entah kenapa gue rada terganggu karena terlalu banyak gue denger komentar begitu. Mulai dari yg sebatas kesepian, menyayangkan, kritik sosial, sampe yang bablas sotoy dan mengoreksi keimanan orang lain.
Apa nggak capek?
Kalo gue mah ngeri aja jejangan terselip perasaan bahwa nilai ibadah gue lebih baik dari mereka. Na’udzubillah.
Nah, sekarang ngapain coba gue nyinyirin orang yang nyinyir tentang kehidupan orang lain? Harusnya tulisan ini judulnya nyinyir.
Ini karena gue mau kasih tau bahwa gue males ngomongin hal-hal yang nggak harus gue concern about that.
Peduli sosil mah boleh, tapi kalau sampe sok tau menilai orang lain, sudahlah.

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s