a piece of my 30 days adventure

Yipppiiii. Gue sudah kembali dari petualangan dengan rasa nano-nano selama 30 hari di kawah candradimuka. Hahaha. Seharusnya gue udah keluar dengan otot kawat tulang besi seperti gatot koco. tapi, gue pulang dalam keadaan batuk dan flu. Aku rapopo sih. petualangan gue seru. Nggak bisa diceritain semuanya karena ada “ikatan” tak terlihat bahwa gue selepas pendidikan itu tidak boleh sharing sesuatu yang sekiranya menjadi rahasia inteligen. Azeeeeh. Sorry, sorry. Cuma dramatisasi. Tapi beneran yang akan gue share adalah yang bisa dan layak share aje.

Gue ikutan diklat di salah satu pusat pendidikan komponen utama pertahanan negara ini. Tentunya level pendidikannya disesuaikan, secara kita-kita adalah makhluk unyu yang secara fisik dan mental belum ter-standard militer. Hehe. Saat gue baru landing di cengkareng, ada selintas rasa berat di hati karena gue akan menjalani pendidikan yang secara prasangka gue anggep berat dan menyiksa selama 30 hari. Tapi ya sudahlah. Gue kuatkan hati gue.

Minggu pertama, beneran rasanya berat gimanaaa gitu. Tapi memasuki minggu kedua, udah mulai penyesuaian. Minggu ketiga dan seterusnya, gue jadi cukup adapted. Malah jadi banyak hal menyenangkan yang gue dapet.

Gue dapet pengalaman baru, sahabat-sahabat baru, guru-guru baru, pelajaran-pelajaran baru, dan yang tidak kalah penting, rasa nasionalisme gue seperti dipanggil lagi.
Pengalaman baru gue adalah, gue ngerasain tiap hari olahraga pagi. Apa nggak sehat tuh. Seger banget dah. Karena rajin olahraga dan latihan, pernafasan gue jadi lebih baik. Terbukti dengan gue bisa nyanyi rolling in the deep dengan lancar jaya. Haha. Terus, gue yang nggak pernah berurusan dengan permainan yang melibatkan ketinggian seperti flying fox dll, jadi memberanikan diri ikutan meluncur berdiri ala tentara cuma dengan safety yang namanya tali jiwa yang diikat di ketek. Namanya tali jiwa, nggak ada penjelasan sih kenapa dinamakan demikian. Tapi gue simpulkan sendiri kenapa namanya begitu, karena kalau itu tali jiwa putus, jiwa gue juga bakalan putus. Wkwk. Gimana kagak. Gue meluncur berdiri, cuma berpegang dengan tambang yang harus dipegang kuat dan dikuatkan selama melintasi jalurnya. Terus di bawah gue ada sungai yang notabene gue kagak bisa berenang. Sebangsa lepas itu pegangan gue, sudahlah, gue nggak tau harus mendeskripsikan kehororan yang gue alami. Hihi. Tapi setelah melewati mountainering yang bagi gue cukup ekstrim itu, gue jadi bangga sama diri gue sendiri. Gue jadi belajar mengalahkan ketakutan dan kekhawatiran yang gue buat sendiri. Kalau mau mencoba, pasti bisa. ^^ Selain itu, gue juga diajarkan menembak dengan senjata laras panjang. Awalnya gue nggak yakin apa gue bisa nahan kekagetan gue kalo denger suara letusannya. Eh ternyata, bisa kok. Tidak se-horor yang gue bayangkan. Lagi-lagi, kuatkan hati, minta dikuatkan sama Allah, and you can do it. Itu secuil dari seabreg pengalaman baru yang gue rasakan di sana.

Guru-guru baru, baik itu pelatih maupun teman gue sendiri. Semuanya jadi pelajaran buat gue. Semua orang yang ada di sana punya ilmu yang secara terang-terangan diajarkan ke gue, ada yang secara tersirat, ada juga yang diam-diam gue serap sendiri. Yang paling penting, gue merasakan keikhlasan para pelatih gue. Bayangkan aja, ngurusin bocah-bocah yang nggak standard militer, terus nyebelin dan banyak pelanggaran, udah gitu nggak bisa dihukum ala militer pula, jadi gimana coba. Sabar mereka seluas samudera kayaknya. Hehe. Walau kadang gue ngerasa dongkol atas hukuman yang kadang-kadang gue nggak ngerti salahnya dimana, setelah gue jalani, gue nggak ngerasa dongkol sama sekali. Apalagi karena semua hukuman itu ada maksudnya. Misalnya, push up itu untuk menguatkan tangan gue. Jadi kalo ada kegiatan yang membutuhkan kekuatan tangan, seperti mengangkat senjata, gue jadi ready. Sit up, biar perut gue kagak buncit. Haha.
Jadi nggak berlebihan kalo gue pengen menggelari pelatih gue sebagai guru. Di akhir pendidikan, setelah penutupan, para pelatih memanggil kami dengan sebutan mantan siswa. Lalu refleks gue bilang “mungkin memang ada mantan siswa, tapi tidak ada mantan pelatih”. Hiks. terharu deh ah.

Sahabat-sahabat baru, yang tidak gue bayangkan sebelumnya kalo Allah menakdirkan gue bertemu dengan orang-orang baik dan menyenangkan seperti mereka. Cuma butuh waktu 1 hari untuk dekat dengan mereka semua. Susah sedih senang bareng.
Sekarang udah tersebar di seluruh Indonesia. entah kapan bakalan ketemu lagi. Tapi gue optimis one day gue bakalan bisa ketemu mereka lagi, semoga Allah kasih gue kesempatan mengunjungi mereka ke kota-kota itu. Aaaammmmiiin.

Ah iya, yang nggak kalah penting, tentang nasionalisme gue yang kembali terpanggil. Hehe.
Gue jadi nggak heran kenapa dulu pak SBY bela-belain mundur dari kursi menteri dan bertarung melawan Bu Mega di pilpres. Karena cintanya untuk negara ini. Beliau nggak tega dan nggak rela kalo negara ini jadi digerogoti asing, beliau ngerasa harus melakukan sesuatu. Gitu juga dengan pak prabowo. Kalo gue sih mikirnya, nasionalisme mereka bukan sesuatu yang sekedar lip service.

Hmmm… Apalagi ya.
Ada banyak cerita gokil yang juga gue alami di sana. But not for share. Hehe.

Di sana sebenernya gue sehat wal afiat. Cuma di minggu terakhir, gue kalah sama cuaca ekstrim. Gue kena flu dan sampe sekarang masih gue rasakan. Tapi di tengah meriang, gue komit mengikuti kegiatan dan tidak melemah-lemahkan diri gue. Ihiy. O iya, di sana gue juga belajar bongkar pasang senjata dengan mata tertutup. uhuy. keren daaaang. bagi gue sih keren. Hehe. Secara kalo nggak gitu, nggak mungkin gue punya pengalaman demikian.
Eh, eh, gue juga jadi tanned. Kulit kuning langsat gue seketika berubah jadi sawo busuk karena sunblock yang nggak sanggup melawan garangnya sinar uv. ^^
Udah ah. Gue mau download running man. Hehe. Udah ketinggalan 5 episode.

Salam cinta buat sahabat-sahabat baru gue di kota masing-masing. I always remember you all.
Dan kita kudu segera recovery dari batuk flu meriang. Fighting. ^^

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s