Funny Little Thing Called Language Barrier

Indonesia ini bener-bener bhineka.
Belum-belum going abroad, gue udah berhadapan dengan language barrier di negara sendiri.
Hihihi. Gue kira gue bisa survive dengan modal Bahasa Indonesia raya gue. Tapi ternyata, bahasa Indonesia gue dan orang di utara sedikit menimbulkan kesalahan dalam pemahaman.

Di sini, kendaraan berupa sepeda motor yang digandeng sama tempat duduk penumpang di bagian kirinya, disebut “becak”.
Gue dari lahir taunya becak itu adalah kendaraan yang di-desain dengan sepeda, digunakan dengan cara dikayuh.
Untuk kendaraan yang disebut becak di utara ini, gue sebut bentor. Becak yang pake motor.
Karena kesalahan dalam memilih vocab itulah gue jadi awkward.
Gue cerita sama kakak-kakak yang di sini bahwa gue pada malam sebelumnya, dibantuin abang bentor untuk mendapatkan angkutan karena gue pulang kemaleman. Kakak-kakak itu pada takjub karena mengira gue se-supel itu sama ntu abang karena sampe tau namanya. “Abang bentor”. -__-” Gue ngeh mereka salah paham karena mereka nanya “abang bentor itu orang medan ya? kok namanya aneh ya. bentor.. Kayak lagunya iwan fals. Namaku bentor..rumah real estate…”. Huahahaha. Jadilah gue kudu merevisi nama abang itu menjadi “abang becak”.

Cerita lainnya, gue lagi di becak. Oke. Becak.
Sebenernya ada jalan pintas yang bisa jadi alternatif. Gue kira gue bakalan lewat jalan pintas itu. Tapi abang becaknya bilang “janganlah kita lewat sana ya. Nanti kena pajak.”.
What??? Gue kaget. Sedahsyat apakah jalan pintas itu sampe kena pajak segale???
Gue tanya “pajak apaan bang?” karena gue nggak punya pengetahuan banyak tentang pajak selain pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, pajak restoran, pajak pertambahan nilai, pajak barang mewah. Dijawabnya “pajak pagi…”. eh. Ada pajak pagi. berarti ada pajak siang sama pajak malem dong. Banyak banget pajak di utara ini. Ckck, Udah kayak perancis pikir gue.
Eh ternyata, pajak di sini artinya pasar. Kena pajak, artinya, kena pasar. Ya maksudnya macet gitu karena ada pasar. hehe. -___-“””””

Cerita lain lagi. Gue sedang berpikir untuk memperbaiki “ritme sikardian” gue. Kalau gue kemana-mana naik kendaraan umum dalam jangka panjang bisa disebut berat diongkos. Jadi gue menghitung kemungkinan gue bisa punya kendaraan di sini. Gue pengen punya motor.
Bertanyalah gue ke seorang bapak supir ambulans rumah sakit yang baik hati dan tidak sombong.
Gue (G): Pak, sekarang pasaran harga motor berapaan ya?
Bapak (B): Mau beli motor ya?
G: Iya pak. Rencananya begitu. biar kemana-mana gampang dan lebih fleksibel.
B: Emang udah ada duitnya?
G: Belum sih pak. Makanya biar tau berapa yang harus disisihkan kalo mau beli motor.
B: Hmmm… ada yang 90 juta lah paling murah. Itu lho, model-model agya, ayla, itu.
G: (dalam hati) “Waduh. salah ini. salah. wait-wait. Tring!!!!!” Hehheehe… maksud saya, kereta pak… (ini beneran gue baru ngeh kalo motor di utara artinya MOBIL.)
B: Oooooooo…. kereta…. ya sekitaran 10-12 juta. biasanya orang kredit 2-3 tahun lah.
G: ^0^ hehe. iya ya pak?! (lirik dompet).

Nah… Bayangin aje. cuma karena salah pilih antara kereta dengan motor aje ntu bapak udah hampir salah paham kan.
Padahal kereta itu di otak gue ya yang jukijakijuk itu. Kalo di tempat lain, kereta juga ada yang mengartikan sebagai sepeda.

Cerita lain-lain lagi.
Gue keluar masuk pasar gara-gara mau cari bahan tekstil untuk baju seragam.
G: pak, jualan dasar kain dimana ya pak?
B: apa??? untuk apa tuh.
Wait, gue lihat lagi, plang nama toko yang gue masuki adalah “toko dan menerima jahitan”.
G: Untuk buat pakaian pak. (Ini jawaban bloon.)
B: O (tampang bingung). Nggak ada dek.

Huks.
Gue jalan lagi ke toko lain. Kali ini bener-bener toko kain. Tapi sayangnya yang gue cari kagak ada di sana. Warnanya yang nggak ada.
Terus gue tanya-tanya lagi ke ibu pedagang asesoris.
G: Bu, jualan dasar kain di sini dimana lagi ya?
I: Apa?
G: Dasar kain bu. Untuk buat pakaian. Tekstil.
I: Oooooo… bakal….
Huahahaha. Ternyata di sini, bahan tekstil itu disebut bakal.

But, language barrier’s not really barrier.
Learn how to crow in chickenru ^0^

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s