Math of Reality #2

Kemarin…
Gue datang ke mal untuk ketemu sama seseorang yang BB-nya gue temukan beberapa hari yang lalu.
Berhubung rumah gue sulit dijelaskan untuk didatangi, meeting point-nya adalah di mal. Hehe.
Gue nungguin di depan hipermarket sambil mengingat-ingat juga yang mau gue beli di sana. Softener, sabun cuci piring, tisu, de el el.
Lagi cungak-cungak gitu, eh gue lihat seorang kakak yang gue kenal lagi antri di kasir. Terus gue samperin deh.
Nggak pake babibu dubidubidu, ntu kakak narik tangan gue minta temenin makan. Waduh. Ya udah deh. Gue temenin.
Lumayan ditraktir jus wortel.
Setelah kakak gue selesai makan dan gue ketemu sama yang punya BB, gue ke hipermarket lagi.
Gue ambil troli walaupun belanjaan gue nggak banyak juga. Kan biar enak didorong gitu.
Di tempat seperti itu, gue jalan sendirian, di antara orang-orang yang nggak dikenal, feel free, all alone, tiba-tiba diputerlah lagu yang gue suka, “beautiful girl”… Ini lagu aslinya dinyanyiin jose marichan. Musiknya yang slow tapi nggak melow, liriknya yang honest tapi nggak gombal, bikin gue jadi senyum-senyum sendiri. Huahaha. Tiap sampe ke lirik “beautiful girl…”, gue serasa dipanggil. Haha.
Udah ah. Gue aja jadi mual ngebayangin gue jalan sok elegan terus semua orang jadi abu-abu, cuma gue yang berwarna, pake efek kelopak bunga sakura, sama mawar pink, berterbangan. Hueeeek.

Dan, math of reality kali ini adalah tentang belanjaan gue.
Gue kan mau beli softener pakaian.
Karena sekalian beli banyak, biasanya gue lebih memilih kemasan besar. Kalo kemasan kecil atau sedang kan banyak di warung. Nah sekalian ke hipermarket, belinya jadi yang sekalian gede gitu. Kemasan yang paling besar yang gue lihat adalah pouch 1800 mL dengan harga Rp 17.830. Hampir aja tangan gue ngambil itu pouch, gue lihat di sebelahnya ada kemasan 900 mL dengan harga Rp 8.870.
Wait… wait. Insting gue merasakan ada yang aneh.
Biasanya, kalo kita beli kemasan langsung besar itu harganya lebih murah daripada yang kemasan lebih kecil atau beberapa kasus ada yang sama harganya, linear. Contohnya gue beli teh kotak yang kecil harganya 4.000, tapi kalo yang kemasan 2x lipatnya, 6.500. Biasanya gue otomatis beli yang besar karena secara hitungannya gue lebih irit daripada gue beli kemasan kecil 2 buah, kan jatuhnya 8.000, dan gue juga emang butuhnya yang volume banyak.
Ternyata, ternyata, untuk kasus kali ini, gue agak tercengang sama ntu softener. Kalo gue beli yang kemasan 900 mL 2 buah, gue bayar 2×8.870, yaitu 17.740. Sedangkan kalo gue beli yang kemasan 1800 mL gue bayar 17.830, lebih mahal 90 rupiah.
Eh, ini bukan angka yang kecil kalo mau beli segambreng. Hahaha. Itung-itungan mak irit gue sih gitu…
Jadinya gue pilih yang kecil, 900 mL sebanyak 2 buah.

Oke, math of reality nggak selalu linear toh.

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s