Gue nggak paham

Nafas gue tersengal. Sesak.
Kepala gue berat. Pusing.
Mata gue berkaca-kaca. Tertahan.
Setitik mengalir, langsung gue seka.
Gue begitu sensitif melihat ketidakadilan yang mereka terima.
Salah siapa? mereka? Apa salahnya?
Begitulah yang terjadi jika berhadapan dengan robot.
Dia hidup. Tapi mati.
Begitulah yang terjadi jika berhadapan dengan komputer.
Dia hidup. Berakal, tapi tak berhati.

Bagaimana mungkin dia yang tidak melihat, memiliki hak menilai rupa mereka tidak rupawan.
Bagaimana mungkin dia yang tidak mendengar, dipercayai ujarnya tentang musik yang out of tone.
Bagaimana mungkin mereka yang belum mengerti cara berjalan, diminta berlari?
Bagaimana mungkin dia yang tiran membawa-bawa nama Tuhan dalam kekejamannya?
Bagaimana mungkin dia yang jauh dari adil membawa-bawa kalam Tuhan dalam pembenaran kezhalimannya?
Come on sense. Gue nggak paham.
Gue nggak paham.

Nelangsa.
Satu kata yang menggambarkan perasaan gue.
Seakan didorong dari lantai 7 gedung pencakar langit.
Dipasung.
Seperti anak tunggal yang dilarang bermain bersama temannya.
Tanpa tau alasan kenapa.
Tanpa sempat bertanya kenapa.

Gue nggak paham

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s