Andrea Bocelli

Bolak balik kuping gue familiar sama suara Bocelli, tenor dengan timbre yang wow. Walaupun of course he’s not a perfect singer, itu juga kata para kritikus. Katanya sih, teknik pernafasannya parah alias dia nggak bisa mempertahankan not, goyang gitu. Terus kalo High pitch juga kadang nggak sampe apalagi pas live performance, sampe-sampe sering kali kudu masuk ke tone falsetto. Kan jarang gitu penyanyi tenor yang masuk ke falsetto, malah sering dianggap itulah kesalahannya sebagai penyanyi tenor. Tapi gue nggak ngerti-ngerti banget tentang teknik vokal.

Gue ngomongin andrea bocelli gara-gara gue kedengeran backsound lagu “time to say goodbye” di running man. Rasanya familiar di kuping gue, ternyata gue punya lagu itu. Hehe. Pas gue denger, terjemahan suara andrea bocelli dari kuping ke otak gue adalah “he’s like merry go round”. Mungkin suaranya nggak sebagus kata para kritikus, tapi menurut gue yang denger, suaranya charming. Penghayatan dia terhadap setiap lagu yang dibawain bisa bikin gue tercengang karena nada-nadanya ngalir tanpa perlu memusingkan soal teknik bla bla bla. Yang penting dari performance kan “feel”-nya sampe. Percuma aja penyanyi dengan teknik paten tapi lagunya “kosong”. Deuuh.. kali ini banyak tanda kutip..hehe..

Terus kucluk-kucluk lah gue kasih tau ke adek gue tentang keberadaan penyanyi bernama andrea bocelli yang udah gue kenal sejak gue berusia 9 tahun itu. Gue kasih tau kalo andrea bocelli itu tuna netra. Dari lahir emang udah glaukoma, terus jadi buta di usia 12 tahun. Huffh… Hal itu juga bikin gue makin salut dah sama bocelli. Di balik kekurangannya dalam melihat, ternyata dia bisa jauh lebih mengasah perform-nya secara “batin”. Hehe.

Hmm…
tapi tulisan ini kagak bener-bener pengen ceritain tentang andrea bocelli n biografinya. Gue cuma berusaha menarik hikmah. Dibalik kekurangan seseorang, selalu ada keunggulan. Kalopun kita banyak kekurangan, pasti ada sesuatu yang kita unggul di dalamnya. Kalo emang bocelli sebagai penyanyi nggak perfect, buta pula, tapi dia bisa “mengisi” suaranya dengan perasaan sehingga penampilannya sampe hari ini juga masih di-elu-elu-kan, masih laku sampe sekarang, masih laris konser sampe album baru di tahun ini.
Gitu juga dengan gue. Must be something i’m good at it.
Tapi apa??? haha…

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s