Ambigu

Dan inilah gue.

Seseorang dengan segudang visi yang belum tau kapan dan di mana gue akan membahagiakan.

Dodolnya, saat kesempatan datang dan menjemput gue, gue tampik dengan sekuat tenaga cuma karena gue nggak mau cuma sekedar coba-coba atau dari awal berniat di sana hanya sementara atau nggak ada niat menghabiskan hidup gue di sana.

Gue punya pemikiran bahwa di mana hati gue berlabuh, di sana lah gue akan berada sampe selama-lamanya walaupun dalam bentuk yang berbeda-beda.

Gue nggak bisa nggak setia.

Gue nggak mau yang cuma sekedar singgah.

Apalagi kalo gue singgah di sana tanpa main hati sedikit pun.

Daripada dia yang jadi korban akibat pesona sesaat gue.

Gue pengen berada di tempat yang bisa jadi tempat gue memberikan segala yang gue bisa kasih.

Bukan yang cuma batu loncatan atau sekedar pengisi waktu luang.

Gue pilih-pilih? mungkin iya.

Ini juga prinsip yang ditularkan oleh ortu, bawaan gen kali ya…

Gue nggak bisa terima kalo ternyata nggak bisa menyanggupi syarat jika dan hanya jika yang udah gue jadiin prinsip gue dan tentunya belum berhasil diluluhkan oleh siapa pun dan apa pun.

Gue nggak akan melakukan sesuatu yang ortu gue nggak kasih dari awal.

Apapun janji-janji yang menjanjikan di luar sana, kalo ortu gue bilang nggak, ya nggak.

Kalo ortu nggak ridho, it’s okay kalo gue harus selalu seperti ini kalo memang bisa bikin ortu gue happy.

Lagi-lagi, untuk ini, gue nggak mau sekedar singgah, kayak orang-orang yang gue kenal dan mereka melakukan itu.

Gue nggak bisa jadi orang berhati dingin, yang datang seenak jidad gue, terus pergi tanpa babibu.

Gue nggak mau datang ke tempat yang gue nggak pasang niatan bahwa masa depan gue di sana.

Walaupun gue nggak tau masa depan gue yang benernya.

Tapi gue yakin banget masa depan gue yang udah tertulis di lauh mahfuz itu akan bisa gue datangi dengan bimbingan Allah yang udah bikin skenario hidup gue dari lahir sampe di akhirat.

Terlalu pasrah? mungkin iya.

Gue bukanlah seseorang yang tega jadi PHP atau membuat orang lain “gantung”.

Atau gue ini peragu?

Entahlah ya… Tapi yang jelas gue bukan tipe orang yang gampang memutuskan sesuatu apalagi dalam keadaan hati gue berkata tidak.

Apapun itu, toh keputusan yang gue ambil ini hanya akan ber-efek ke gue dan yang gue tolak itu, akan menemukan masa depannya yang lain.

Jika memang itu takdirnya, pasti akan ada yang datang ke pintu itu kalo dia bisa menyingkirkan gue dan mempersilahkan yang lain datang.

Hehe…

#edisi stubborn dan sok teu sejagad.

Ps untukmu:
Jangan maksain sesuatu yang diputuskan terburu-buru. Jangan maksain sesuatu yang jelas-jelas bertentangan dengan hati. Jangan maksain sesuatu yang cuma bakal bikin tersakiti dan terkorbankan. Jangan maksain sesuatu yang bukan jalannya. Intinya, jangan maksa. ^^a

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s