Sugesti

Sugesti adalah teman yang paling dekat dengan manusia. Hehe… Entah juga gue kagak tau apakah hewan-hewan juga punya sugesti… Mungkin juga ada ya, seumpamanya iya, sugesti lah yang bikin seekor kucing nekad lompat dari ketinggian. Haha… Forget it.

Back to the topic. Sugesti.

Awalnya gue sepakat sama sistem “mestakung”. Semesta mendukung.
Konsep ini dibuat karena dinilai ada hubungan antara pencapaian dan usaha seseorang dengan pikirannya.
Kemudian, ada lagi konsep serupa yang dituangkan dalam sebuah buku best seller yang cover-nya keren menurut gue dan dulu masuk salah satu daftar buku yang pengen gue miliki n alhamdulillah nggak jadi setelah baca punya orang. Judulnya “secret”.
Lagi-lagi, ini tentang pikiran positif yang akan mendukung seseorang menjadi apa yang dipikirkannya.
Kalo mau mencapai sesuatu, tinggal berpikir positif, sehingga timbul energi positif yang akan membuat seluruh jiwa dan raga berusaha menjadi positif n berusaha mewujudkan apa yang diinginkannya itu.

Namun, setelah gue belajar tentang konsep takdir yang menempatkan Allah sebagai satu-satunya sebab dari semua yang terjadi karena kehendak-Nya, gue jadi rada berhati-hati memaknai konsep positive thinking only di secret atau mestakung karena gue khawatir tergelincir pada pemahaman kayak mbah qorun yang menganggap semua pencapaian HANYA karena usahanya sendiri dan menafikan kasih sayang dan kehendak Allah yang otomatis menghapus keberadaan Allah dalam hati.
Hiy… Na’udzubillah…

Emang pikiran ataupun sugesti yang kita set dalam diri kita mempunyai pengaruh yang besar dalam menyemangati dan memotivasi ikhtiar kita.
Bahkan dalam pengobatan pun sugesti sangat diperlukan.
Gue pernah baca buku ilmu bedah minor yang bilang kalo pengobatan penyakit kulit, seperti kutil, dapat dibantu dengan sugesti dan pasiennya harus yakin bahwa kutil itu bisa sembuh. Hehe…
Pada saat itu gue kaget. Gue pernah menjalani bedah minor dengan peralatan udah kayak tukang las, mengambil benjolan kecil di jempol kaki gue. Eh ternyata beberapa bulan kemudian ntu benjolan muncul lagi. Karena nggak ada waktu mau ke dokter lagi, jadinya gue atasi dengan obat yang gue tau aja. Udah hampir menahun, eh nggak ada perubahan. Nah, pas gue baca tentang sugesti dalam pengobatan kutil gitu, gue jadi usahain untuk bersikap sama dengan benjolan di jempol. Dan ternyata berangsur sembuh dan sekarang kagak balik lagi. Ffiuhh… sempat khawatir kalo-kalo itu tumor atau apa gitu. Hehe… paranoid. Mungkin sugesti positif itu bikin gue jadi pasrah sembari ikhtiar. Mendorong semua sel-sel berkeyakinan bahwa pertolongan Allah akan ada. Kan balik-balik Allah juga yang nyembuhin… Eh, ada yang nyeletuk, “uh…nyembuhin benjolan kecil aja lebay banget pake bawa-bawa Allah segala…”. Eh…eh… sekecil apapun hal kalo kagak bawa Allah mah bisa jadi besar kali… Lihat aja cuma gara-gara senggolan pas joget di konser dangdut orang bisa bunuh-bunuhan. Hehe… kagak nyambung dah… Hal kecil, menurut kita, contohnya kelilipan deh, kalo nggak bawa Allah, bisa aja kita lupa bersyukur bahwa Allah sudah dengan baiknya membuatkan kita bulu mata dan juga air mata. Terus dijadikannya mata kita itu nempel pas banget sama rongga mata sehingga pas kelilipan itu debu kagak nyemplung jauh ke dalam tetapi masih nyangkut di bola mata ataupun konjungtiva. Ya Alhamdulillah. Kelilipannya emang kecil, tapi kalo nggak bawa Allah, mengumpat dan lupa bersyukur bisa jadi masalah besar lho. Weleh, kok jadi ngomenin celetukan orang ya? hehe…

Gue mengenal seorang penderita kanker stadium awal yang sejauh ini bisa survive dan berusaha men-suges pikiran dan hatinya untuk tetap positive thinking. Dia positive thinking bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya, apa yang terjadi sekalipun tidak disukai mungkin lebih baik untuk dirinya, dan Allah nggak mungkin kasih problem yang nggak bisa ditanggung, plus segala penyakit ada obatnya sekalipun obatnya adalah kematian.
Konsep positive thinking demikian dia dapat dari menangis berhari-hari, setiap menit bertanya “why me?”, dan kemudian dia sadar dan berkata “why not…”.
Sugesti yang menjadikan Allah sebagai sebab segala yang terjadi di dunia ini menjadikannya optimis menatap kehidupan dan berencana menjadikan perjuangannya untuk qona’ah dengan ketetapan Allah sebagai cerita saat dia suatu hari ketemu dengan-Nya.

Ya, sugesti seharusnya menjadikan seseorang kembali menyadari bahwa Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya.
Sugesti seharusnya menjadikan seseorang ber-ikhtiar dengan prasangka baik yang menyemangati ikhtiarnya dan yakin bahwa hasil yang ada diberikan oleh Allah sesuai ikhtiar dirinya dan sesuai kehendak Allah.
Sugesti seharusnya tidak menjadikan seseorang merasa bahwa dirinya sendiri lah yang menentukan hasil kerjanya.
Balik lagi, gue harus hati-hati. Hohohoho…

2 thoughts on “Sugesti

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s