Ababil

Bagai gempa bumi, yang menggegarkan

Tentara bergajah abrahah ingin memusnahkan kota Makkah

Kerana dengki dan benci terhadap rumah Allah

Tiada yang mampu untuk membantu

Mukmin hanya berserah kepada yang empunya Ka’bah

yakin dan berdo’a Allah sendiri yang akan menjaganya

Ababil, kisah benar dari Alqur’an

Ababil, bukan hanya kisah dongengan

Ababil satu bukti bantuan Tuhan jika kita bertakwa dan bertawakal kepada-Nya

burung-burung Ababil dikirim Allah

melemparkan batu yang panas, batu dari neraka

menghancurkan bala tentera Abrahah, tanda pembelaan-Nya

(Ababil by Raihan)

Kalo disebut ababil, di jaman sekarang mungkin rata-rata bakal menjawabnya dengan “ABG labil”. Inilah salah satu bentuk peyorasi. Huhu… Sedih banget. Padahal Ababil itu pasukan khusus Allah, yang dengan gagah berani dan penuh keta’atan memenuhi perintah Allah, menghancurkan Abrahah manusia sombong dan sok rempong yang mau ngancurin ka’bah.

Walaupun saya juga kagak pernah tau ababil itu beneran burung, burung yang kayak gimana, karena beda tafsir yang dibaca beda juga maknanya. Daripada pusing dan jadi sok pinter, saya cut sampai di sini untuk membahas bagaimana ababil berwujud sebenernya.

Ababil, begitu banyak yang bisa dimaknai dari kisahnya.

Ababil itu hamba yang ta’at. Dapet perintah, dikerjakan dengan sempurna. Nggak pake babibu. Allah langsung yang kasih perintah, ya tentunya nggak bakalan di-pikir2 dulu. Tapi anehnya manusia, kita, dapet perintah Allah untuk sholat, puasa, dan zakat aja masih banyaaaaak banget yang nggak patuh. Yang muslimah, disuruh pake jilbab, mikir-mikir dulu. Huks… sombongnya manusia. Malu sama ababil.
Ababil itu fokus dan terlatih. Disuruh nyerang Abrahah yang aneh bin ajaib itu dengan batu dari neraka, pas banget kena abrahah dan pasukannya. Kota Mekah, nggak ancur toh. Yang hancur cuma si abrahah dan kroni-kroninya. Keren. Yang dilakukannya sesuai dengan visinya. Kalo ada batu yang dilempar dari langit, secara serampangan, ada kemungkinan malah ntar kena masyarakat, atau bahkan kena ka’bah itu sendiri. Tapi ababil mengerjakan tugasnya tanpa merusak lingkungan sekitarnya. Beda banget sama manusia, kita, yang sering kali emang punya tujuan baik, tapi baiknya maksud kita dan dalam prosesnya, masih mungkin menyakiti orang lain, bikin susah orang lain. Misalnya, mau relokasi Pedagang Kaki Lima, pake acara ngancurin kios, mukul2 orangnya. Malu sama ababil.

Moreover, ababil menjadi salah satu bantuan Allah untuk mukmin yang dikehendaki-Nya. Sebenarnya tidaklah sulit bagi Allah untuk menghancurkan zionis yang menzholimi Al Aqsa, tidaklah sulit bagi Allah untuk menghancurkan tikus-tikus koruptor di negeri ini, tidaklah sulit bagi Allah untuk memenangkan islam yang diridhoi-Nya.

Pertolongan Allah pasti datang, tapi jika terasa belum juga, mungkinkah karena Allah tidak suka dengan perpecahan yang muslim lakukan sekarang? mungkinkah karena kita nggak kompak dan merasa sendiri benar?

Boleh jadi kita tidak musnah karena paceklik dan banjir, tapi kita bisa musnah akibat permusuhan di antara kita sendiri. Dan jika perpecahan terjadi, percayalah itu akibat egoisme yang terlalu dipertahankan sehingga bergeser pada kesombongan. Jika lambatnya pertolongan Allah datang terjadi karena hal demikian, percayalah itu adalah kekonyolan.


Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. 
(Terjemahan Alqur’an surah Ali Imran Ayat 19)

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s