Eggs Stock Management ^^

Telur, bagi hampir semua rumah tangga yang saya tahu, menjadikannya sebagai salah satu bahan makanan yang kudu ready stock. Ya, sesuatu yang cukup inspiratif apalagi kalo lagi nggak punya bahan lain untuk dimasak. Bisa dibikin jadi omelet, telur mata sapi, direbus, campuran nasi goreng, etc.

Pelajaran simpel yang mau di-share hari ini adalah tentang manajemen stok telur ^^.

1. Cek dulu, apakah ada yang retak, bolong, atau pecah.

Saya kaget lihat telur bolong. Beneran surprise. Bolong, kok bisa? rapi banget pula. kalo sepintas dilihat mah kagak kelihatan. Karena keanehan itulah sekarang saya jadi sedikit lebih teliti lagi melihat bahan makanan yang mau dibeli atau yang mau disimpan. Cara gampangnya, jangan biarkan bahan makanan bertumpuk satu sama lain dalam satu kantong kresek besar dan ter-onggok sampai waktu memasak tiba. Kalo nggak masak-masak 3 hari gimana coba. Udah pengap itu bahan. Setelah pulang dari bebelian, bagusnya dikeluarin bahan-bahannya, masukkan dalam wadah lain. Spesial untuk telur, dengan memisahkannya dari bahan lain, menghindari kekhilafan akibat ketidaktahuan adanya telur di dasar kantong kresek paling dalam. Kalo kentang atau wortel dibanting ya nggak bakal pecah, tapi kalo telur, wuah… rugi bandarrrr… Nah, saat mengeluarkannya, cek satu per satu, ada yang retak tidak..ada yang pecah, remuk, hilang bentuk, atau bolong!

2. Cuci bersih sebelum disimpan

Saya punya kebiasaan rumah menyimpan telur di dalam lemari pendingin. Just like this morning, saya baru beli telur 1 kg, mau dimasukkan ke lemari pendingin. Waktu saya lihat, ya seperti halnya penampakan telur ayam pada umumnya, masih ada sisa-sisa “induknya” alias kotoran ayam. Alangkah ekstrimnya kalo saya masukkan aja tanpa babibu itu telur ayam lengkap dengan kotoran ke dalam kulkas. Mikir, di dalam kulkas kan ada yang lain… air minum, kue, de le le. No way! so, itu kotoran kudu dibersihkan dulu kalo tidak mau bahan lain terkontaminasi. Sorry, bukan mau ngajarin, tapi kan cuma sharing ^^. Saya membersihkan telur ayam dengan cara direndam air di baskom kecil. Terus, ambil jala (?) yang seperti jala pencuci piring ketawan deh saya cuci piring pake jala (?). Di-jala pelan-pelan. Karena bukan pake sikat, jadi tidak disikat, tapi dijala (?), hehe…digosok… gitu lah. bingung ndiri. Terus dibilas deh hingga bersih. Lalu bisa dikeringkan dengan lap bersih, n disimpan deh di lemari pendingin. Lagi-lagi cuma sharing, dalam mengeringkan telur, kudu hati-hati. Tadi telurnya saya lap dengan serbet, rasanya sudah sangat lembut dan pelan-pelan, eh ternyata itu telur remuk di tangan. Ihiks! Satu calon kehidupan melayang sia-sia, terpaksa dibuang karena remuknya di tangan saya yang sedang dibungkus serbet. Yiak! Lengket di serbet. Tambahan kerjaannya ya kudu nyuci serbet kalo nggak mau itu serbet bau amis karena noda telur membandel.

O iya, pada saat merendam telur dengan air juga bisa dilihat secara sepintas kualitas telur. Kalo telur yang busuk kan ciri-cirinya mau eksis alias terapung di permukaan air. Tapi kalo semua tenggelam dengan indah insya Allah masih baik. Mengetahui informasi baik atau tidaknya telur satu kompi adalah untuk menghindari kedodolan dalam memasak. Kan berabe kalo asal comot telur untuk masak dalam jumlah tidak tunggal, e.g masak omelet untuk makan sekeluarga. Asal cemplung aja telur, plung, plung. Akan menjadi hal yang menyeramkan saat memasukkan butir telur terakhir ke adonan omelet yang hampir sempurna dan ternyata yang terakhir itu adalah telur b.u.s.u.k. -,-”
So terrible.

3. First in, First Out

Prinsip pengelolaan barang dagangan lah, yang duluan di-stok, dipakai atau dijual lebih dahulu. Gitu juga dengan bahan makanan, dalam topik kali ini, telur. Kadang-kadang telur menjadi salah satu bahan yang diusahakan selalu ready stock sehingga diusahakan stock nya tidak “putus” atau terjadi kekosongan. Karena itu, moms (duile…) akan membeli telur lagi sebelum out of stock, misalnya saat di kulkas tersisa 3-5 butir telur lagi. Tergantung juga sih, kalo pemilik usaha roti dan kue, lihat telur tinggal 5 butir mungkin udah megap-megap, orang dia aja butuh telur per hari ber-kerat-kerat. So, telur yang lebih dahulu dibeli, digunakan lebih dahulu. Pake sistem antrian gitu. Sehingga telur yang kita simpan tidak berusia terlalu lama atau bahkan sampe jadi ayam (?) hehehe

Hmmm…. postingan ini rada-rada culun. -,-”

#belajardanmemulaidariyangsimpel

2 thoughts on “Eggs Stock Management ^^

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s