Ragit

Jika berbicara tentang kuliner khas palembang, yang terlintas di pikiran reader kemungkinan besar: pempek palembang atau kerupuk palembang. Let’s talking about this one. Ragit. Saya juga nggak jamin semua orang palembang mengetahui tentang ini makanan, karena jarang ter-ekspos jika dibandingkan dengan makanan lain seperti pempek, tekwan, model, celimpungan, laksa, mi celor, rujak mi, de le le. Slurrrpp…udah jam makan siang ngomongin makanan.

Nah, menu yang satu ini, jangan lupa, namanya ragit, adalah makanan yang bisa dibilang main course, atau kalo mau juga bisa jadi cemilan. Terdiri dari dadar gulung dan kuah kari khas ragit.

Dadar gulungnya dibuat dari campuran tepung terigu, telur, gula dan garam secukupnya, terus ditambah air, diaduk-aduk sampai homogen. Yang juga penting, ditambahkan juga minyak goreng secukupnya. Konsistensi adonan terigunya tidak terlalu kental tidak juga encer. Sesuai selera aja, yang penting nanti waktu dibuat dadar, dadarnya nggak mentah di tengah karena terlalu tebal, atau nggak robek karena terlalu tipis. Hehe… Gula dan garam yang ditambahkan juga nggak perlu banyak. Rasa dadarnya kalau dimakan tanpa kuah, tawar, tapi terasa sedikiiiit ada asin apalagi untuk yang lidahnya sensitif. Kekuatan rasa dari ragit ini secara power lebih banyak ke kuah karinya.

Pada saat membuat dadar, tidak perlu menambahkan minyak goreng pada wajan, karena minyak gorengnya sudah cukup dari kandungan minyak goreng yang tadi dimasukkan ke adonan. Cara membuat dadar, tuangkan adonan secukupnya ke wajan, terus diratakan sehingga jadinya melingkar rata. Panaskan di atas kompor dan wajan ditutup. Tunggu beberapa saat sampai dadar sudah tidak lengket lagi, pindahkan ke wadah yang rata agar bisa digulung. Jadi deh dadar gulung.

Lalu, untuk kuah karinya, biasa sih, kayak bikin gulai, tapi lebih encer, tidak kental. Cairan utamanya adalah santan. Kalo mau bisa ditambah daging dan kentang. Dan jangan lupa, daun kari.

Setelah jadi, ragit bisa disajikan dengan racikan cabe rawit kecap asin. Hoho.. cabe rawit atau cabe ijo juga boleh, diiris-iris, terus ditambahkan kecap asin secukupnya, dan diencerkan dengan air hangat. jadi deh…

Siap disantap. Rasanya, kayak makan martabak kari tapi ada pesona sendiri dari dadar gulungnya.

What a simple food…

Bon Appetite…! ^^

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s