Out of Box; IoM

Innocence of muslim (IoM) hadir menjadi pemantik kerisauan di dunia. Sekali lagi, islam menjadi gunjingan dalam fitnah.

Saat islam diperlakukan demikian, merupakan reaksi yang refleks dan alamiah jika seorang muslim bersikap dan tidak tinggal diam. Bisa kita saksikan betapa banyak aksi protes dan begitu juga dengan korbannya. Namun mari kita tilik dengan ide out of box. berpikir terbalik.

Apakah yang punya ide cerita film ini benar-benar hanya bermaksud black campaign islam?

Apakah yang punya ide cerita film ini tidak mengetahui bahwa umat islam di seluruh dunia akan berang?

Jika jawabannya:

– Ya, IoM ini dibuat untuk black campaign islam yang notabene merupakan agama yang berkembang pesat di negara-negara mayoritas nonmuslim.

– tentunya mereka mengetahui efeknya, umat islam pasti tidak akan tinggal diam. Toh bukan baru satu ini film yang menghina Rasulullah. Masih ingat dengan fitna produksinya greet wilders? Film yang berjudul submission yang sutradaranya dibunuh? kedua film ini juga menghina islam. Dan sepertinya “mereka” tidaklah terlalu lugu atau polos, karena pembuatan film dengan tujuan ke seluruh dunia ini adalah by design, by great design, tidak main-main.

 

Nah, melihat reaksi yang terjadi di seluruh dunia, ada beberapa komentar out of box.

1. Black campaign islam adalah agama yang menyukai kekerasan dalam film-film yang ada sebelumnya (termasuk film-film hollywood yang menempatkan islam sebagai teroris), seolah terjawab “Yes, indeed” dengan aksi kekerasan yang memakan korban jiwa, luka-luka, dan menjadi pemicu ketidakstabilan keamanan dimana-mana.

2. Bisa jadi reaksi yang demikian adalah tujuan dari “mereka” sehingga mereka mendapatkan keuntungan dan tujuan “mereka” tercapai. Yang pertama karena film ini akan semakin dicari tahu. Orang-orang yang sudah melihat film ini dan dia galau bahkan juga membenci islam, sedikit banyak akan memiliki pola pandang dua sisi, percaya nggak percaya. Tidak semua orang mau melakukan kroscek, bukankah menilai apa yang tampak secara langsung dan berprasangka buruk adalah hal yang tidak sulit?

Bagi “mereka”, sekali merangkuh dayung, dua-tiga pulau terlampaui. Ya buktinya saja, jika benar film itu mau ditayangkan di hollywood, kenapa nama sutradaranya disamarkan? bukankah selama ini di dalam poster sang sutradara akan meletakkan namanya di dekat judul? a film by…. bangga toh? nah, jika yang sekarang disamarkan, bisa jadi memang karena kepentingan keamanan, sutradaranya sudah mengetahui resiko tinggi akibat mengganggu umat islam.

3. Protes kepada siapa? Ini juga menjadi pertanyaan. Ke Amerika? lah presidennya saja sudah menyatakan Amerika itu negara bebas sehingga tidak mungkin bisa mempermasalahkan kebebasan berekspresi. Gara-gara dubesnya tewas, AS menambah pasukannya ke Libya. Ke pengadilan internasional? PBB? Jadi bingung juga karena siapa lagi yang menjadi punggung PBB kalau bukan Amrik lagi. So, protes sama siapa?

4. Dalam sebuah aksi damai saja kadang-kadang ada makhluk yang bernama provokator.

5. Umat islam bergerak tanpa komando yang jelas. Masing-masing bertindak dengan pemikirannya, ada yang refleks, ada yang by the glance, ada yang emosional. Duduk bersama mungkin sudah ada yang melakukan, tapi sedikit terlambat dan kurang didengar. Perbedaan sikap dari masing-masing pun menjadi sumber perpecahan. Ada beberapa yang menganggap tidak perlu protes, langsung di-judge tidak peduli dengan islam. Ada yang protes dengan gaya elegan dan diplomatis, di-judge lemah dan pragmatis, bahkan, maaf, berafiliasi dengan “mereka”.

 

Apapun itu, yang bisa kita lakukan adalah menjadi muslim yang baik dan membaikkan. Terserah orang mau berkata apa tentang Rasulullah, yang terpenting kita tetap mengikuti sunnah dan sikap beliau. Terserah orang mau berkata apa tentang islam, yang terpenting kita tetap yakin dan istiqomah.

Islam itu Allah yang meridhoi, Rasulullah itu Allah yang pilih. Allah tidaklah lalai dari semua yang terjadi sekarang.

Islam itu indah dan damai, bukan sekedar retorika.

 

 

 

 

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s