Tarbiyah Madal Hayah

Hari pertama menginjakkan kaki di bukittinggi. Langsung menghubungi Murabbiyah di padang, mau tanya kelangsungan jadwal ngaji di bukittinggi… Sebenernya males banget, kan di bukittinggi cuma 2 bulan, itupun bukan yang nyantai2 liburan, tapi kuliah praktek, senin-sabtu, sampe siang. Kalo sampe hari minggu kudu ngaji pula, kapan istirahatnyaaaaaa…

Tapi berhubung sadar kalo yang barusan bikin ragu itu adalah setan yang terkutuk, ya udin lah… dihubungi aja..

dan guess what, 1 hal yang bikin kesel: nggak langsung dibales.

keesokan harinya: baru deh dibales, dikasih nomor seorang ibu di bukittinggi… karena saya pelupa, ya udin lagi, langsung dihubungi. tapi tetep…nggak langsung direspon…

ffiuuuhh…

keesokan harinya: alhamdulillah ada juga balesan. dan disuruh menghubungi ibu yang lain lagi. busyet dah, banyak bener rantainya…

singkat cerita, dikasih jadwal hari jum’at siang pertemuannya. hahaha… emang deh Allah Maha Mengetahui… dan saya masih punya hari minggu untuk istirahat.

namun…tapi…

jum’at? siang pula? huhuh….panas…dan waktunya tidur siang.

ah…

alasan kebanyakan…

tapi masih mikir lagi. sekali-sekali ini.. klo asik baru lanjut, klo nggak asik kan gampang ntar nggak usah datang aja. kan di sini cuma HANYA LEWAT.

Hm….dasar setan yang terkutuk…tuk..tuk..tuk..

tetap pula mereka bergelayut bikin hati jadi nggak sabaran.

karena tempat pertemuan yang dijanjikan adalah tempat asing yang saya tidak tahu.

Ufh..bikin bete aja.. apalagi tempatnya jauh..2x angkot..

dan angkotnya lelet pula…

sebenernya mau ngamuk saat sms nanya jalan nggak dibales sm ibu baru, tapi berusaha menenangkan pikiran.

tapi dalam hati masih bete..hehehe…

dan akhirnya alhamdulillah bisa sampe dengan selamat di sebuah tempat yang cukup terpatri di hati saya sampai sekarang. begitu menyejarah.

ke-bete-an dan kekesalan langusung rontok saat melihat orang-orang yang sedang duduk di ruangan kecil itu, entah berapa ukuran meternya, nggak diukurin..

BRUK! Keegoisan saya ambruk tanpa pertahanan…mau pasang muka bete yang menjadi senjata utama yang saya luncurkan agar orang tau saya marah, langsung mentah. melempem. nggak bisa expresif. hati seketika dingin.

You know what? saya juga tidak tahu kenapa. mungkin ini salah satu pelajaran yang diberikan Allah kepada saya, ada wajah-wajah tawadhu yang akan menambah kecintaan terhadap Allah saat melihat mereka. mengingatkan pada Allah dan kasih sayang-Nya. entahlah.. beneran magis..hehe..

Hmmmm…

minggu demi minggu saya lewati bersama kebersamaan itu.

awalnya mungkin merasa terasing karena usia yang berbeda, kapasitas ilmu yang berbeda, pola pikir berbeda, latar belakang pendidikan berbeda, kepribadian berbeda. Tapi saya mikir, apa perbedaan itu sekarang penting. nggak penting lah ya.. lalu saya berusaha mendekatkan diri dengan orang-orang luar biasa itu. kenapa luar biasa? karena mereka bukanlah orang yang nggak punya kerjaan lantas bisa mengalokasikan waktunya untuk datang ngaji. bukan sama sekali. bahkan di tengah kesibukan mereka dengan amanah kerja masing2, ditambah dengan belajar dan mengajarkan alqur’an, ditambah lagi dengan kegiatan lain seolah tidak ingin ada waktu luang. What? padahal waktu luang adalah saat yang paling saya tunggu2, seperti dulu ada pertanyaan waktu sekolah: “jam apa yang paling disukai di sekolah?”. teman saya ada beberapa yang menjawab “jam olahraga”, “jam kesenian”, “jam matematika”, ada lagi yang super aneh “jam fisika” atau “jam sejarah”, 2 pelajaran yang bikin saya mau tidur seharian. tapi saya malah jawab “jam kosong..hehe..”, ckckck…

Dan you know what lagi?

mereka itu bukannya masih single semua..

malah udah berumah tangga, dan punya anak pula.

bukannya pengangguran atau cuma mahasiswa.

tapi udah kerja, jadi guru, jadi karyawan rumah sakit, plus yang lainnya seperti entrepreneur..

hhhhh….

malu sebenernya.

dan di akhir pertemuan, saya sebenernya pengen sok2 nangis termehek2, beneran terharu tapi nggak bisa ditunjukin..hehe…

selama di sana, bener2 tidak merasa saya HANYA LEWAT. mereka membersamai saya..

bisa dapat saudara baru, merasa punya tempat untuk pulang jika bertandang ke sana lagi, ada yang akan saya temui dan cari di sana.

dan 1 hal, insya Allah menjadi amal jariyah untuk mereka, bahwa mereka menjadi teladan bahwa belajar, pendidikan, tarbiyah tidak lah berhenti karena alasan apapun,

melainkan madal hayah.

sepanjang hidup.

tidak ada yang layak untuk menghentikannya.

tidak ada alasan yang pantas untuk menghalangi apalagi meninggalkannya.

karena sesungguhnya tarbiyah adalah salah satu jalan yang baik, untuk mendekatkan diri pada Allah ‘azza wa jalla…

jika bukan untuk itu, lalu untuk apa lagi kita meretas dunia?

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s