“tambah lasix 1×17 mg ya…”

Hari pertama di bangsal anak.

“pilih aja kasusnya yang mana, terserah anda”, titah dokter met kepada saya.

Dipilih..dipilih…

Mata dan hati tertuju pada seorang pasien kecil, 5 tahun-an, yang dari tadi menangis terus sampai matanya bengkak, dan wajahnya juga. Ffiiuuhh… semakin menangis, semakin bengkak wajahnya. Edema palpebral. Akhirnya saya jatuhkan pilihan pada kasus adik itu. Sindrom nefrotik.

pertama berjumpa, wajahnya muram. katanya perutnya sakit, saya khawatir karena edema juga terjadi pada abdomennya. tapi ternyata, kelaperan euy. Setelah ngobrol-ngobrol ternyata emang ini anak doyan makan. Haha… tapi maaf adinda.. belum boleh banyak-banyak makan selain yang dikasih oleh bagian gizi.

Ya, kasusnya sindrom nefrotik.

Gangguan pada glomerulus, ditandai dengan proteinuria masif (lebih dari 3.5 g/hari per 1.73 m2), hipoalbuminemia, dan edema, sering disertai hiperlipidemia.

Terapi yang diberikan oleh dokter: Prednison, dan captopril.

Prednisone untuk menurunkan proteinuria dengan cara menghambat prostaglandin, menghasilkan reduksi tekanan intraglomerus.

Captopril indikasi untuk menurunkan tekanan darah,, memperlambat penurunan fungsi ginjal, dan menurunkan eksresi protein dengan cara menurunkan tekanan intraglomerulus.

Sebelum menilai, saya cek dulu standar terapi, n secara prinsip, terapi yang diberikan dokter sudah tepat. Tapi.. tapi..ada yang kurang sepertinya. Apa ya..

DIURETIKA belum ada.

Setelah dibaca dan dicerna, untuk kondisi yang saya lihat, tentunya membutuhkan diuretika untuk mempercepat perbaikan edema.

So, hari kedua…

“pak, pada pasien Sindrom nefrotik yang edema tadi, tidak menggunakan diuretik pak?”, memberanikan diri bertanya kepada dokter met.

“o…tidak perlu…”, kata beliau sambil jalan. (ini adegan tanya jawab dengan action berjalan cepat ala dokter menyusuri koridor bangsal buru-buru ke poliklinik).

“hmm… makasi ya pak..” (langsung balik kanan dengan tanda tanya besar menggelayut seperti durian mau runtuh).

Then, hari ketiga…

Visite pagi seperti biasa, sampai pada adinda J (nama disingkat).

Dokter met said: “tambah lasix 1×17 mg ya..”, sambil senyum.

2 thoughts on ““tambah lasix 1×17 mg ya…”

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s