Robin Hood Seorang Pelupa

Kita semua mengetahui siapa robin hood. Seorang “jagoan” di dalam cerita berlatar belakang tirani di Inggris. Dia mencuri harta bangsawan, kemudian memberikannya kepada rakyatnya yang miskin dan kelaparan. Sebuah pola pikir melakukan kejahatan untuk kebaikan. Bingung juga, pantaskah robin hood dikatakan seorang pahlawan.

Di dunia ini juga banyak yang semacam dengan robin hood.
1. Guru yang membuatkan jawaban soal ujian nasional, kemudian dibagikan ke anak muridnya. Ya… Robin hood. Dengan tujuan semua anaknya lulus UN. Baik ‘kan?
2. Teman yang cepat-cepat menyelesaikan ujiannya agar kertas ujiannya bisa dilihat oleh teman lain yang kesusahan. Ya…robin hood yang tidak mau sukses ujian sendiri.
3. Orang tua, yang rela membayar sekian juta agar anaknya bisa masuk SMA favorit atau bisa lulus PNS. Ya… robin hood yang tidak mau anaknya minder karena masuk SMA tidak favorit atau menganggur karena tidak masuk PNS.
4. Seorang pejabat yang berusaha mati-matian mendapatkan proyek tender agar bisa mempertebal pundi-pundi instansinya atau menjamin kesejahteraan keluarganya sampai belasan turunan. Robin hood yang korupsi bukan untuk dirinya, tapi sebagai bentuk tanggung jawab dan cintanya kepada instansi (misalnya, partai) dan keluarganya.
5. De el el. Saya yakin kita mengetahui banyak perbuatan se-tipe yang terjadi di sekeliling kita atau bahkan (parahnya) diarahkan oleh pendidik kita.

Kesalahan robin hood adalah dia seorang pelupa.
1. Lupa bahwa kesuksesan hakiki adalah kesuksesan di kampung abadi, akhirat.
2. Lupa bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui apa yang kita lakukan.
3. Lupa bahwa sebuah tujuan baik tidak bisa dicapai dengan proses yang tidak baik.
4. Lupa bahwa berusaha bukan berarti menghalalkan segala cara.
5. Lupa bahwa buah kesuksesan yang didapat, yang berasal dari sesuatu yang tidak baik, akan mengalir di pembuluh darah keluarga dan keturunannya, kemudian menjadi ber-urat ber-akar di setiap serat aktin dan miosin, membentuk fisik dan jiwa yang wallahu’alam. Bukankah Allah dan Rasulullah telah mengingatkan kita tentang halalan dan thoyyiban.
6. Lupa bahwa Allah melihat proses, bukanlah hasil.
7. Lupa bahwa rezeki diatur oleh Allah. Apabila Allah telah berkehendak memberikannya kepada kita, maka itu tidak akan bisa dihalangi oleh ribuan rintangan sekalipun. So, kenapa harus khawatir?
8. Lupa bahwa sering kali Allah memberikan ujian ketika kita mengaku ber-iman. Pun saat kita mengaku menjadi manusia yang muak dengan para koruptor, lalu Allah hadapkan kita dengan kondisi sempit yang menggoda untuk mengikuti jejak kelam itu. Apakah kita akan berpura-pura lugu dan tidak tahu bahwa kita melakukan kejahatan? Atau apakah bagi kita taat pada Allah bisa kondisional atau tentatif? Akan taat pada kondisi yang kondusif saja?
9. Lupa bahwa mungkinkah Allah yang Maha Pengasih tega memberikan satu-satunya jalan, yang cuma satu, benar-benar tidak ada jalan lain, yang jalan itu tidak disukai-Nya alias perbuatan dosa?atau kita saja yang kurang sabar dan gigih mencari jalan lain yang lebih baik?atau kita yang pura-pura tidak tahu ada jalan lain yang lebih baik karena jalan yang lebih baik itu terjal, sulit, dan jauh; tidak seperti jalan pintas yang dihalal-halalkan ini?

Menjadi robin hood, bisa saja dia, kamu, saya, mereka, atau kita.
Saat sudah diri ini bertekad, berserah dirilah kepada Allah. Jangan menyerah untuk mempertahankan prinsip atas dasar cinta kepada Allah Rabbul’izzati dan takut terhadap murka dan kecemburuan-Nya.

….Dan tolong menolonglah kamu dalam berbuat kebaikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya. (Terjemahan Alqur’an, surat Al Maidah (5) ayat 2. Tepatnya dua kalimat terakhir dari ayat tersebut.)

2 thoughts on “Robin Hood Seorang Pelupa

  1. astaghfirullah, subhanallah… ondeeh, mantap tulisan dian ko, batua mah dian, mungkan banyak robinhood versi modern, yang mengatasnamakan kepentingan kelompok diatas segalanya, sehingga melupakan disekelilingnya.

    yolah, uda ndak nio jadi robinhood doh

    -my name is Khairul Rahman, S. Farm and Iam a clinical pharmacist

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s