S.a.m.p.a.h

Jika jengkal tanah yang kita jadikan tempat buang sampah sembarangan bisa protes, pasti akan dilemparkannya sampah-sampah itu kembali ke muka kita, manusia, yang mengaku well-educated.

dulu saya beranggapan bahwa kebiasaan buang sampah sembarangan itu bukan kebiasaan orang Muslim, karena muslim mengetahui bahwa kebersihan sebagian dari iman. Tapi sepertinya tidak semua muslim menerapkannya. Ada yang bilang kebersihan yang dimaksud adalah kebersihan diri sendiri, tapi masa bodo dengan kebersihan lingkungan, toh banyak orang lain. ya..buktinya ada orang yang berjalan di depan saya siang ini, berpakaian rapi sekali, gaul dan fashionable, tiba-tiba melemparkan gumpalan tisu bekas di taman di depan gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa kampus saya.

Anggapan saya salah lagi. Saya menganggap kebiasaan buang sampah sembarangan itu adalah kegiatan orang kampungan yang tidak berpendidikan. iya, saya salah. karena ternyata, mahasiswa pun masih belum bisa membaca tulisaN “Buanglah sampah pada tempatnya” dan sejenisnya. Karena pernah saya lihat di bandara, sudah jelas-jelas tempatnya bersih gitu, ada tempat sampah, tapi ada juga orang yang seenak jidadnya buang tisu dan bungkus rokok di lantai ruang tunggu keberangkatan. Kalau saya tuduh bahwa orang itu adalah orang kampung, pasti orang kampung saya akan marah, karena mereka sangat bersih, sampah-sampah dikumpulkan untuk dikubur atau dibakar. Dan faktanya, di kampus pun masih ada mahasiswa yang tidak peduli dengan membuang sampah pada tempatnya.

Beberapa waktu lalu, ada yang naik angkot sambil makan bakso bakar yang dibungkus dengan plastik. setelah baksonya habis, plastiknya yang sudah berlumuran kuah kacang itu dilemparkan aja keluar angkot.

ada lagi, saat perjalanan dari bandung-jakarta dengan kondisi padat merayap, di tol cipularang, di depan bus cipaganti yang saya tumpangi ada mobil mewah, saya lupa apa brand nya, yang jelas mobil pribadi, punya orang kaya dong…

nah lho, ternyata tiba-tiba “plung”, keluarlah botol air minum kemasan dari jendela mobil itu, dan mendarat di dekat tanaman hias yang menjadi pembatas jalan. ternyata, buang sampah sembarangan juga kebiasaan orang kaya.

lalu siapa yang harus membuang sampah pada tempatnya? anak SD? anak TK? atau memang tidak perlu membuang sampah pada tempatnya, toh ada cleaning service bukan?

hai kalian yang mengaku anak gaul, anak cerdas, atau orang sholeh. Untuk membuang sampah pada tempatnya tidak memerlukan style anak gaul, otak anak cerdas, atau hati orang sholeh. tapi satu saja, jadilah PEDULI.

 

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s