Batuk, belum tentu bisa di komik aja

Batuk adalah proses alamiah tubuh untuk menjaga saluran pernafasan tetap aman dan terkendali. Coba aja kalau lagi enak-enaknya makan bakso sama teman, kan biasanya tidak lupa ngobrol tuh, eh tiba-tiba keselek, dan jadi batuk-batuk, itu artinya terjadi proses pencegahan jangan sampai ada makanan yang masuk ke saluran pernafasan, karena lokasi kerongkongan (jalur ke lambung) dengan tenggorokan hanya disekat oleh epiglotis. Tapi bukan batuk-batuk karena keselek yang dibahas di sini, tapi batuk yang jadi penyakit.

Batuk ternyata ada jenisnya. Penting mengetahui jenis batuk yang diderita untuk menentukan apa obatnya, walaupun memang sering kali batuk sembuh tanpa obat. Obat batuk diberikan jika pasien merasa tidak nyaman dan batuk tidak segera sembuh.

Jenis Batuk

1. Batuk produktif alias batuk berdahak

Batuk berdahak ini jelas ditandai dengan adanya lendir dan terasa sesak nafas karena tenggorokan terasa penuh dan tertekan. Tentunya bisa membuat penderita menjadi tidak nyaman. Gara-gara batuk berdahak, tenggorokan bisa sakit, hidung tersumbat, hidung berair , dan suara juga bisa jadi bindeng alias sengau.

2. Batuk non-produktif alias batuk kering.
Ada yang pernah merasakan batuk kering? Batuk yang tidak berdahak, kering saja tanpa keluar lendir. Biasanya batuk kering menyebabkan rasa gatal di tenggorokan (tapi nggak bisa digaruk). Batuk ini bisa bikin kita jadi agak terganggu karena dikit-dikit batuk tapi nggak ada yang bisa dikeluarin. Kalau ada lendir yang bisa dikeluarkan seperti pada batuk berdahak, penderita mungkin merasa lebih lega. tapi kalau batuk kering, hmm… gara-gara batuk terus suara juga bisa jadi serak, dan itu tadi… tidak nyaman.

Batuk: “Jangan remehkan kami”

Batuk memang biasanya mudah ditangani bahkan bisa saja sembuh sendiri. Tapi, ada juga batuk yang ternyata merupakan gejala penyakit tertentu yang mungkin butuh penanganan lebih lanjut, misalnya TBC atau asma. Oleh karena itu penting mengamati tanda-tanda batuk yang timbul, apalagi kalau batuknya sudah lama dan disertai dengan penurunan stamina tubuh.

Untuk pengamatan awal, minimal kita mengetahui batuknya kering atau berdahak.

Kalau batuk kering, coba diamati apakah ada gejala nafas memendek. Kalau tidak, coba ditanya apakah pasien menggunakan obat-obatan, karena ada obat yang efek sampingnya batuk kering seperti captopril (antihipertensi). Kalau katanya tidak pakai obat-obatan, berarti pasien mengalami batuk kering biasa yang tidak diketahui penyebabnya.

Kalau batuk berdahak, coba diamati juga adakah terasa nyeri dada atau mengi saat batuk, terus apakah nafas memendek. Jika tidak, berarti pasien mengalami batuk berdahak biasa yang tidak diketahui penyebabnya.

Then…

Penyakit apa saja yang harus diwaspadai jika batuk terjadi cukup lama dan mengganggu, serta tidak sembuh dengan obat batuk biasa?

1. Infeksi saluran pernafasan oleh bakteri atau virus

Jika saluran pernafasan mengalami infeksi, seperti pada TBC, batuk akan timbul dan juga terjadi demam. selain itu juga bisa berpengaruh ke berat badan dan kehilangan nafsu makan.

2. Asma. Sebelum serangan asma memuncak, ada pasien yang batuk-batuk dahulu, tapi tidak ada tanda-tanda demam.

Nah…kalau sakitnya udah berat gitu, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Obat batuk

Untuk mengurangi ketidaknyamanan pada saat batuk terjadi, gunakan saja obat batuk. Tapi juga jangan sembarangan obat, sesuaikan dengan jenis batuk.

1. Antitusif , obat batuk kering. Obat jenis ini menekan pusat batuk. Jadi frekuensi batuk bisa dikurangi.

Contohnya antitusif: dextrometorphan (lihat kemasan saat beli obat, jangan cuma termakan iklan ya…). ada juga atitusif golongan opiat seperti codein dan pholcodine.

2. expektoran

yang ini untuk batuk berdahak. expektoran mengeluarkan lendir bronkus yang tertahan di bronkus (yang bikin jadi kayak sesak nafas gitu karena susah keluarnya). kalau sudah keluar, lendir jadi lebih mudah dikeluarkan.

contoh obat ini adalah gliseril guaiakolat (GG)


3. Mukolitik

Yang ini juga untuk batuk berdahak. Tugasnya mengurangi kekentalan lendir, sehingga lebih mudah dikeluarkan.

contohnya mukolitik adalah ambroxol dan bromhexin.

hati-hati

Ada beberapa obat batuk yang beredar di pasaran yang mengandung kombinasi antitusif dan ekspektoran. Mungkin orang pabriknya mau bilang kalau “obat kami bisa menyembuhkan semua batuk. batuk apa aja boleh… berdahak? kering? semua bisa dengan obat kami…”. hati-hati. sebaiknya jangan beli obat seperti ini. Seorang pasien batuk berdahak, jika ingin sembuh, maka dahaknya harus dikeluarkan, terbantu dengan batuk. Jika pasien ini diberi antitusif, maka batuk akan ditekan, bisa tidak batuk lagi. Tapi, dahaknya akan susah keluar. Bagaimana jika pasien ini diberi obat kombinasi antitusif dan ekspektoran?wah… Batuknya ditekan, dan lendir bronkus keluar memenuhi tenggorokan; tanpa batuk, dahak semakin susah dikeluarkan dari tenggorokan. Batuknya bisa malah makin parah. Dibayangkan aja gimana kalau pasiennya batuk kering yang pakai obat kombinasi seperti tadi juga. ^^

Bagaimana dengan obat batuk hitam atau obat batuk putih?

untuk batuk manakah?

7 thoughts on “Batuk, belum tentu bisa di komik aja

  1. Betul…
    apalagi kalau batuknya adalah batuk akibat infeksi.
    Prinsip pengobatan kausatif mengharuskan pasien untuk menerima obat antibiotik, tidak akan selesai dengan mengkomiknya 🙂

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s