sakit kepala

Ada yang belum pernah sakit kepala?

Sakit kepala adalah keluhan kesehatan yang paling sering terjadi. Nah… sakit kepala yang dialami tiap orang bisa berbeda, berbeda dalam hal bagian yang terasa sakit, intensitas sakit, dan frekuensi terserang sakit kepala. Penyebabnya pun nggak sama, ada yang karena stress, terlalu mikirin jemuran yang belum diangkat karena lagi hujan tapi orangnya lagi praktikum di labor; atau karena kurang darah alias anemia, tekanan darah rendah, tekanan darah tinggi, penyakit lain seperti demam typhoid, dan mungkin saja ada gangguan saraf atau otak. Dan tidak ketinggalan pola hidup juga bisa jadi penyebabnya, seperti pola tidur dan pola makan. Kalau kurang tidur atau kebanyakan tidur juga bisa bikin kepala sakit.

Ya…Walau bagaimanapun juga, jangan anggap remeh hal kecil karena bisa jadi api dalam sekam. Sakit kepala adalah salah satu alarm tubuh bahwa there’s something wrong, something error. Apalagi klo frekuensi dan kekuatan sakitnya udah nggak tertahankan. Masalah tahan apa nggak emang relatif untuk setiap orang. Kerelatifan ini juga yang menjadi salah satu pertimbangan apakah pasien akan diberi obat atau tidak.

Penyebab sakit kepala

Sebelumnya sudah sedikit diulas apa sih penyebab sakit kepala. Let’s start from our head.

1.    Trauma kepala. Kepalanya kejedug sesuatu. Biasanya di tingkat agak mengkhawatirkan, sakit kepala ini disertai dengan mual, muntah, atau bahkan hilang kesadaran. Klo udah kayak gini, jangan coba-coba dianggap enteng, as soon as possible periksa ke rumah sakit terdekat. Dikahwatirkan terjadi gegar otak dan sejenisnya. Berbahaya jika terlambat.

2.    Sinusitis, yaitu radang di rongga dalam tulang sekitar hidung, pipi dan mata. Sakit kepala yang disebabkan oleh sinusitis biasanya disertai dengan hidung tersumbat. Untuk mengatasinya, dianjurkan minum banyak cairan, agar lendir di bagian sinus tadi jadi encer. Bisa juga dengan inhalasi uap.

3.    Glaukoma (meningkatnya tekanan pada bagian dalam bola mata) juga bisa menyebabkan sakit kepala, biasanya disertai dengan penglihatan kabur. Nah… klo seperti ini sebaiknya cek ke dokter mata.

4.    Kutu buku dan kutu komputer juga bisa terserang sakit kepala karena mata dan otot mengalami ketegangan, bisa jadi karena postur duduk yang salah atau terlalu konsentrasi. Untuk mengatasinya, coba istirahat sebentar. Pencahayaan yang baik dan postur duduk yang tepat juga bisa mencegah sakit kepala.

Jenis-jenis sakit kepala

Kalau sakit kepala kita tidak termasuk disebabkan oleh yang sudah diulas sebelumnya, berarti memang benar-benar sakit kepala, maksudnya bukan karena penyakit lain ataupun karena postur duduk dan pencahayaan yang kurang baik.

1.    Cluster headache

Kalau sakit kepala dirasakan di salah satu sisi kepala saja atau bisa juga di banyak sisi, terus nyerinya tambah berat dan berlokasi di sekitar mata, disertai mual, muntah, fotofobia, dan fonofobia (peka terhadap suara nyaring), mungkin anda menderita cluster headache. Biasanya cluster headache disertai keluarnya air mata serta gejala hidung tersumbat. Cluster headache ini serupa tapi tak sama dengan migrain.

2.    Migrain

Migrain biasanya dirasakan pada satu sisi kepala saja. Mirip sama cluster headache, penderita migrain juga jadi fotofobi dan fonofobi. Nah… bedanya dengan cluster, migrain disertai dengan kepala terasa berdenyut-denyut dan sakit kepala semakin bertambah sewaktu bekerja.

3.    Tension headache (sakit kepala menekan)

Tension headache tidak disertai fotofobi dan fonofobi, dan rasa sakit tidak pada salah satu sisi saja. Biasanya pasien tidak dapat tidur nyenyak pada malam hari. Penyebabnya bisa jadi karena stres. Tension headache terjadi pada kepala, kulit kepala, atau belakang leher, dan biasanya ada hubungan dengan ketegangan otot pada bagian tubuh tersebut. Sakit kepala jenis ini biasanya cenderung makin lama makin berat. Rasanya seperti kepala diikat kencang oleh tali.

NB: Kalau masih saja belum ketemu sakit kepala yang anda rasakan setelah diulas di atas, berarti penyebabnya adalah sesuatu yang lain. Sebaiknya segera ke dokter spesialis saraf untuk diperiksa lebih lanjut.

Saran nih…

– Lakukan pemijatan pada otot-otot leher

– mandi dengan air hangat

– lakukan relaksasi dan cukup istirahat

– berbaring dalam ruang gelap dapat meredakan gejala. (pejamkan mata beberapa saat juga bisa membantu)

– stop merokok dan no miras

– hindari tidur berlebihan

– kompres dahi dengan kain yang lembab dan dingin

– kalau bia dibuat note kalau terjadi serangan sakit kepala, kapan dan bagaimana tanda-tandanya. Hal ini bermanfaat untuk melihat pola sakit kepala dan membantu mengidentifikasi penyebabnya.

Pemilihan obat

Kalau tidak tertahan lagi, silahkan minum obat…

– analgesik yang biasa dianjurkan adalah yang ringan dan non-opiat, seperti paracetamol alias acetaminophen. Lebih efektif bila diberikan saat timbulnya gejala awal migrain atau tension headache.

– Non-steroidal Anti-Inflammatory Drugs/NSAIDs. Misalnya aspirin, asam mefenamatn, dan ibuprofen. Tapi obat jenis ini umumnya bisa meng-iritasi lambung. Jadi kalau mau makan obat jenis ini harus makan terlebih dahulu.

– analgesik opiat. Klo nggak bisa dengan obat-obatan sebelumnya, dipakai analgesik golongan opiat. Tapi…. nggak semudah itu mendapatkannya. Harus periksa dulu ke dokter.

Ups!

Ternyata makanan ada yang memicu sakit kepala…

Tiramin adalah asam amino vasoaktif yang ditemukan di sebagian besar makanan, terutama dalam makanan yang telah disimpan lama dan makanan fermentasi. Makanan yang mengandung tiramin: Minuman beralkohol (terutama anggur merah), pisang, kopi, teh, cola, dan minuman lain yang mengandung kafein, cokelat, hati, ham dan daging olahan lainnya, zat aditif makanan (seperti MSG), keju keras, kacang polong, bawang, dan saos kedelai.

Tapi kayaknya nggak perlu terlalu khawatir bagi pecinta makanan dan minuman di atas (apalagi cokelat, hehe…). Karena nggak absolut klo makan itu langsung sakit kepala. Tetap: tidak perlu berlebihan…^^

Salam sehat… Salam semangat…

2 thoughts on “sakit kepala

  1. Boleh namabahin dikit…?
    Tentang migrain, kebetulan baru membahasa tentang migrain..
    – migrain berasosiasi dengan vasodilatasi pada pembuluh darah serebral, sehingga terasa berdenyut-denyut sesuai dengan irama jantung
    – migrain disebabkan oleh interaksi antara CGRP (Calcitonin Gene Related Peptide) dengan reseptornya yang terdapat pada trigeminal
    – Triptan merupakan salah satu obat antimigrain pilihan karena bekerja menduduki reseptor serotonin (5-HT receptors) dan mengatasi vasodilatasi pada pembuluh darah tersebut serta menghambat penghantaran nyeri ke otak

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s