miss them

istilah penghijauan sudah lama saya dengar. penanaman hutan kembali.
penanaman pohon sebagai ganti akibat ulah tangan manusia yang lupa bertanggung jawab setelah pembebasan lahan. setelah sekarang terasa efeknya, mulai dari kepanasan, banjir bandang, longsor, kekeringan, sampe kanker kulit, baru deh mulai gencar mengembalikan bumi hijau. terlambat? bisa jadi… karena waktu yang diperlukan untuk menumbuhkan pohon itu lama, bukan secepat ketika menebangnya.
butuh waktu bertahun-tahun, mungkin berpuluh tahun.
tapi, juga tidak perlu disesali. tidak ada kata terlambat untuk memulai pembenahan. daripada sama sekali tidak ada tindakan.

one man one tree…OMOT
slogan ini saya dengar familiar sejak kakak saya masuk ke departemen kehutanan. sebuah program dari dephut RI untuk menggalakkan penanaman pohon kembali. bayangin aja, lebih dari 200 juta jiwa penduduk Indonesia, kalau 50% aja yang ikut program OMOT ini, Indonesia udah punya 100 juta bakal pohon… wah bisa hijau ini…
tapi sayangnya, program ini kurang ter-expose ke masyarakat…
misalnya saja saya, kalau tidak punya kakak yang kerja di dephut, mungkin nggak bakal tahu. padahal bisa saja dephut bekerja sama dengan sekolah, dari SD sampe SMA untuk mengerahkan siswanya memulai tanam pohon, atau pegawai di semua kantor juga sekalian….
wallahu’alam bagaimana evaluasi hasil program ini…

nah…sekarang, karena pohon yang ditanam mungkin belum mencapai target, ada program baru nih…
one man three trees… satu orang 3 pohon…
kita, apalagi seluruh rakyat Indonesia, nggak semuanya peduli dengan program ini, apalagi mau ikut tanam pohon. jadi karena yang peduli cuma sedikit, ya sekalian aja diminta tanam 3 pohon..
hehe… klo kakak saya, dulu pas diterima jadi CPNS kudu tanam 5 pohon…
lumayan kan…

ayo… tanam pohon…
tanggung jawab ya…
kita udah tinggal di atas lahan tempat pepohonan tumbang, tunas-tunas tidak berkesempatan hidup.
bisa dikatakan kita tinggal di atas kuburan massal pepohonan…ekstrim ya?! ^_^

kalau saya boleh usul, siapa yang mau mengembangkan bisnis properti, izin baru bisa dikeluarkan kalau sudah tanam pohon sebanyak yang akan ditebangnya, dan tinggi pohonnya sudah sama dengan yang akan ditebang itu…
hehe…mereka tidak akan memilih saya jadi presiden.

yang belum bisa tanam pohon, minimal jangan buang sampah sembarangan…
please…i beg you…

selamatkan lingkungan kita.
mau hidup sehat kan?
polusi tidak akan bisa diatasi jika pohon yang menjadi paru-paru dunia sudah tidak cukup dan sanggup mengatasinya…

btw…
ada satu hal lucu di kampus.
pohon-pohon yang selama ini meneduhkan pejalan kaki di trotoar kampus pada ditebang, hampir semuanya.
jadi gersang lah penglihatan ini. terus udah nggak teduh lagi kalau mau jalan kaki dari Pusat Kegiatan Mahasiswa menuju kos-kosan saya. saya kehilangan momen pagi dan sore hari, saat angin meniup pucuk pohon dan menerbangkan dedaunan kering serta bunga-bunga kecil berwarna kuning. persis imajinasi musim gugur.
pertanyaannya: kenapa ditebang pak?
saya tidak tahu jawabannya.
satu hal yang terlihat membaik setelah kepergian pohon-pohon itu: daun kering yang berjatuhan sudah berkurang, sangat berkurang, sehingga tidak perlu capek-capek dibersihkan lagi…itu saja.

semoga ada alasan tepat. pun jika saya marah dan menyesalkan kepergian mereka, pohon-pohon itu tidak akan tumbuh lagi. tinggal menunggu rekan-rekannya yang sekarang masih berjuang untuk tumbuh, tepat di sebelah jasad mereka yang sudah plontos tanpa ranting. ya… rekan-rekan mereka yang sekarang batang utamanya saja belum sebesar betis anak TK…
semoga ada alasan tepat…
cause i miss them.

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s