sharing pengalaman kuliah kerja nyata

Kuliah Kerja Nyata (KKN), menjadi salah satu syarat kelulusan sarjana dari Universitas Andalas. kata pak rektor, klo nggak ikut KKN, nggak bisa di wisuda. tuing… bukan korupsi kolusi dan nepotisme ya,,,kalau yang ini jangan sampe ikut-ikutan,,,

seiring dengan itu semua, KKN menjadi momok tersendiri untuk sebagian mahasiswa. ada yang memang menganggap bahwa KKN adalah tragedi pengasingan dari fasilitas kota. dan saking kreatifnya, mahasiswa ini mulai membayangkan situasi seram di tempat KKN sesaat setelah mendengar cerita KKN dari para seniornya yang juga paranoid dengan KKN setelah juga mendengar cerita dari seniornya. wah… salah dengar cerita nih. makanya hati-hati kalau mendengar sesuatu, bisa-bisa ter-sugesti…

sebenarnya, cerita-cerita yang dinilai “menakutkan” oleh sebagian besar peserta KKN itu tidaklah sepenuhnya salah. saat seseorang terdaftar sebagai peserta KKN tapi belum pasti penempatannya dimana, di pikirannya akan menggelayut sebuah ketakutan bahwa dirinya akan ditempatkan di daerah nun jauh di sana, yang tidak ada signal, tidak ada air, sulit transportasi, sulit air, tempat tidur seadanya, nanti susah cari makannya, digangguin pemuda lah, banyak nyamuk, sampai perkara gimana caranya pulang pun terbayang sudah.

kemudian, setelah jelas dimana ditempatkan, apakah jauh atau dekat, maka yang terpikir adalah: 50 hari itu lama bangeeeeettt… ini waktu jaman saya KKN (12 Juli-31 Agustus 2010). saat saya mengatakan kepada teman saya “mohon kerja sama dan bantuannya selama 50 hari ke depan”, beliau langsung rewel bilang “jangan bilang 50 hari dong yan…jadi tambah terasa lamanya”. lah?! terus saya bilang “1,5 bulan”, beliau rewel lagi. terus dibilang “6 minggu” juga salah.
jadi intinya, berapa pun waktunya, KKN dibayangkan akan terasa sangat berat dan lama. waktu diramalkan akan berjalan begitu perlahan. ini udah prasangka yang kesekian kalinya.
ya memang ada yang mengalami seperti itu. tapi, kasihan otak kita jika “menderita” dua kali; dalam imajinasi, dan dalam dunia nyata; apalagi jika memang tertakdir menerima kondisi demikian. tapi seharusnya bisa kita sikapi lebih positif.
weleh…weleh…
ya sudahlah…hehe…
kembali ke tema…

sedikit bercerita,,,
di fakultas farmasi, coaching KKN diadakan setiap hari sabtu selama 2 jam.
materi tentang KKN secara umum dan penjelasan tentang tugas kita selama KKN diberikan oleh penanggung jawab KKN fakultas. kemudian pada sabtu-sabtu berikutnya, materi disampaikan oleh beberapa dosen fakultas yang punya ide cemerlang tentang calon program yang layak diadakan di lokasi, dan ada juga dosen yang memberi tips dan trik agar nyaman dan luwes di lokasi KKN. terlebih lagi farmasis adalah profesi kesehatan yang harus terjun ke masyarakat apapun kondisinya. nah kami sebagai calon farmasis diminta berlatih dan membiasakan diri untuk menjadi mudah berinteraksi dengan masyarakat.
setelah sekitar 7 kali coaching, diadakan ujian coaching. ujian ini juga masuk dalam penilaian akhir KKN.

kemudian, keluarlah pengumuman penempatan. di daerah mana kita ditugaskan.
lengkap dengan nama dosen pembimbing lapangan (DPL) dan nama teman-teman se-jorong dan se-nagari.
Tips 1 karena sudah tahu, disarankan untuk menghubungi teman-teman kita dan berkumpul untuk perkenalan awal, minimal tukeran nomor hape agar lebih mudah komunikasi.

tips 2 rajin-rajin buka situs resmi KKN unand dan lihat papan pengumuman di jurusan/dekanat masing-masing. biasanya akan diadakan pertemuan resmi seluruh mahasiswa KKN di auditorium yang akan dihadiri oleh gubernur sumbar. terus kita akan ketemu dengan DPL. tapi ada juga DPL yang menjadwalkan sendiri pertemuannya, bukan di auditorium. misalnya saja, DPL saya, Ibu Rini Hakimi, SP, MP. beliau membuat pengumuman di jurusannya “bagi mahasiswa peserta KKN yang DPL-nya saya harap berkumpul di jurusan sosek pertanian pukul 15.30 wib tanggal 8 Juli 2010”. nah… untuk itu, kita juga harus menyempatkan diri untuk bertandang ke jurusan DPL kita. DPL bisa jadi dari luar jurusan kita lho…

terus…
saat pertemuan dengan DPL, biasanya kita akan diberitahu tentang kejelasan keberangkatan dan “nasib” kita di sana, apakah ditempakan di rumah warga, atau disediakan rumah kosong melompong.
sebagai pertimbangan, jika kita di rumah warga, semua fasilitas tersedia. tidak perlu bawa kompor banyak, atau ember, atau kasur. biasanya tuan rumah mau meminjamkan asal kita “bapandai-pandai”. dan tentu saja harus berterima kasih dan menerima apa adanya. jangan ntar dapat kasur kapuk eh mintanya spring bed. itu mah alamat bakal dipelototin sampe merasa terusir dan ujung-ujungnya nggak keenakan dan memutuskan tidur di balai-balai di halaman, itu pun kalau ada balai-balai, lah klo nggak ada, belum tentu juga surau terdekat bersedia menerima kehadiran anda…hehe.. makanya harus bersyukur dan nggak banyak mengeluh…selain itu tinggal di rumah warga lebih terasa aman dan terlindung. tapi klo tinggal dengan warga harus pandai-pandai menimbang rasa. jangan seenaknya ndewe.
namun jika ditempatkan di rumah kosong, biasanya diharapkan kesediaan kita untuk berbagi tugas membawa peralatan rumah tangga seperti kompor, baskom, ember, kasur, kuali, panci, teko, piring, sendok, batu lado, dll. agak repot kan…

tips 3nah…setelah pertemuan perdana itu, munculkan ide ke teman-teman bahwa kita harus kumpul lagi membicarakan tentang survey lokasi. gimana cara berangkat survey, siapa aja yang berangkat, kapan dan dimana kumpulnya, dana keberangkatan survey, dll. usahakan ada perwakilan jorong yang ikut survey.
kemudian, survey deh… usahakan secepatnya. jangan kurang dari 2 hari sebelum hari H KKN yang sebenarnya.
pada saat survey yang diamati adalah topografi umum, gimana kira-kira kondisi di sana. jalannya bagus atau nggak, muat pake bus atau nggak? seberapa jauh dari pusat kabupaten? dimana kantor wali nagarinya? gimana kondisi masing-masing jorong? dingin? panas? ada signal? fasilitas umum? warnet? rental komputer? listrik?air?apotek? dokter?masjid? sekolah?kantor polisi? kebiasaan dan ketabuan di masyarakat? mata pencaharian? dll yang dirasa perlu untuk menunjang persiapan berangkat dan penyusunan program.

teruz…
setelah survey, tips 4 ketemuan lagi. paparkan hasil survey ke teman-teman. perkirakan apa program yang sesuai, serta bagi tugas apa kira-kira yang perlu dibawa, baik keperluan umum seperti laptop, printer, magic com, ataupun keperluan pribadi seperti jaket, obat, sepatu, minyak kayu putih, dll. yang tidak kalah penting, pikirkan program. buat matriks program. program yang harus dibuat adalah program pribadi, program jorong, dan program nagari. program pribadi itu yang terkait dengan keilmuan kita. program jorong adalah program yang diadakan di jorong, program nagari yang diadakan di nagari.

kemudian, tidak lupa mempersiapkan keperluan pribadi. tips 5 belanja jika diperlukan jangan mendadak. apalagi jika cukup banyak yang harus dibeli karena daerah kita pasarnya jauh dan tidak setiap hari. contohnya, jika butuh beli detergen, sabun, dan sikat gigi atau beras dalam jumlah banyak, mending ke pasar sekalian agar lebih murah. hehe… tapi nggak juga, klo nggak terlalu banyak, di minimarket terdekat juga boleh. tapi yang jelas jangan mendadak. usahakan 3 hari sebelum berangkat sudah mulai packing.

tips 6 yang jangan lupa dibawa: alqur’an, mukenah, sendal jepit, sepatu, peniti, jarum jahit, minyak angin, obat pribadi, kaos kaki agak banyak, sikat pakaian, sikat gigi, pencuci muka, gunting kuku, buku bacaan, alat tulis. hehe… tergantung kebutuhan.

sepertinya segini dulu sharingnya yah…
apabila ada pertanyaan, dipersilahkan…

12 thoughts on “sharing pengalaman kuliah kerja nyata

    1. terima kasih atas kunjungannya.
      di unand, lokasinya emang ditentukan..
      ada enaknya, ada nggak enaknya.
      enaknya, nggak bingung, nggak susah2.
      nggak enaknya, bagi yang paranoid, surprise! apalagi klo tempatnya jauh. ^^

  1. tips PDKT ke warga sekitar gada tuh, kita ga terlalu joga soal komunikasi hehe..
    pelaksanaanya 2 minggu lagi..fuhh,
    dOAKAN kami Kak.

    1. tips PDKT:
      1. Senyum. tunjukkan wajah ramah dan sopan. beri kesan baik dan tidak “berbahaya” ke masyarakat.
      2. perkenalkan diri terlebih dahulu. jangan tunggu ditanya.
      3. buka pembicaraan dengan meminta bimbingan dari masyarakat selama kita berada di sana.
      4. tunjukkan karakter mahasiswa yang seharusnya. jadi teladan, bukan memberi contoh yang tidak baik.
      5. hindari membawa pengaruh buruk atau melakukan hal2 tabu di masyarakat, misalnya dengan tidak melakukan kegiatan yang sifatnya hanya hura-hura, atau masih bertamu di atas jam 9 malam, atau kumpul2 mahasiswa KKN malam-malam.
      6. Tunjukkan pribadi mandiri.
      7. belajar bahasa setempat. walaupun sulit, tapi akan dihargai oleh masyarakat, walaupun ntar terdengar lucu, but it’s okay. ikutan ketawa aja klo ntar diketawain. malah jadi poin plus bahwa kita berusaha “jadi warga sana”. intinya membaur dengan baik. bukan sok-sok-an pke bahasa prokem yang khawatir dinilai kurang sopan, apalagi jika masyarakat yang dihadapi memegang teguh adat istiadat ketimuran.
      8. sering mengikuti acara masyarakat, misalnya sholat subuh berjama’ah di masjid, ikut majlis ta’lim, PKK, posyandu, dll. dan libatkan diri, bukan cuma jadi penonton selalu.

      Intinya, “jemput bola”. dekati masyarakat dengan baik agar mereka mau menerima kita. karena sebenarnya mahasiswa KKN bukan yang hebat di sana, bukan yang akan membantu mereka. tapi kita lah yang belajar dari masyarakat. malah banyak hal yang mereka lebih tau ketimbang kita.

      semoga berhasil ya…
      semangat terus.
      berusaha jadi bermanfaat aja, klo di KKN malah malas2an, justru akan membuat KKN membosankan. tapi klo kita aktif, insya Allah nggak terasa bosan..malah bermanfaat bgt. apalagi klo udah diterima kayak keluarga sendiri di sana, serasa punya kampung halaman yang baru..
      insya Allah semuanya lancar..^^//
      sip…

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s