euphoria wisuda

wisuda…
menjadi momen terpenting [bagi kebanyakan mahasiswa] setelah beberapa semester berjuang menyelesaikan studi dengan perjuangan tiada tara.
wisuda, menjadi seremoni yang paling ditunggu [masih bagi kebanyakan mahasiswa].
tidak dipungkiri bahwa banyak mahasiswa yang lebih terlihat euphoria-nya ketika akan wisuda daripada saat ia baru saja keluar dari ruangan ujian sarjana.
dan tidak disangkal pula bahwa persiapan untuk wisuda kadang-kadang lebih jauh-jauh hari daripada persiapan menghadapai ujian sarjana.
hehe…

fenomena…biasa saja…
no problemo…

dibalik itu semua, ada beberapa hal yang teramati dari euforia wisuda ini.
1. dimulai dari dana “iuran” untuk pelaksanaan wisuda. ratusan ribu rupiah. ternyata memang acara ini mengingatkan kita untuk rajin menabung dari sekarang.

2. persiapan foto untuk wisuda. sebenarnya ini foto untuk buku alumni, ijazah, dan transkrip. tapi do you know? ada yang foto sampai mengeluarkan dana juga ratusan ribu. setelah diusut, ternyata difotonya di studio. tapi tidak masalah dimana fotonya, tetapi ini ditambah dengan make-up dan kostum kebaya (kalau yang wanita) yang juga tidak kalah mantap; [untung saja objek fotonya tidak sampai repot-repot menggunakan minyak wangi segala]. jadi wajar saja biaya fotonya sampai segitu mahalnya [bagi saya mahal euy…hehe..]. Kalau hal yang satu ini sebenarnya bisa dikategorikan pengeluaran yang tidak perlu. saya kenal beberapa calon wisudawati yang biaya fotonya tidak sampai 50 ribu… dan tetap terlihat elegan dan intelek. tidak kalah dengan yang 300ribu…

3. make-up wisuda. sudah beberapa kali saya mendengar bahwa wisudawati yang akan wisuda itu sudah datang ke salon atau mendatangkan orang salon dari pukul 4 pagi. sepertiga malam terakhir. pertanyaannya, gimana wudhu buat sholat subuh ya? ini belum sempat saya tanyakan. semoga tidak ada yang berniat meninggalkan sholat “satu subuh saja” di hari wisuda.

4. pakaian wisuda. nah…. yang ini ada yang sampai keluar budget di atas 500 ribu… dijahit sendiri untuk satu hari spesial ini. terus saat dipakai, kostum cantik ini ditutupi oleh terusan berwarna hitam kelam, jleb! kostum cantik tadi mungkin akan terlihat di bagian ujung tangan atau ujung bagian bawah pakaian dan yang mungkin masih ter-show-up adalah bawahannya semisal rok atau kain. hehe…baju 500ribu tetap saja tertutup oleh pakaian kebesaran wisuda yang disewa 55 ribu (di fakultas saya). selain itu, masih tentang pakaian wisuda, kok bajunya warna hitam ya? terus toga? hmmm… budaya manakah ini? jadi ingin tahu darimanakah budaya wisuda yang kita ikuti ini berasal? rada menyeramkan.

5. prosesi wisuda. nah….ini dia… yang membuat semakin menyeramkan. bayangkan, di dalam satu ruangan, berkumpul wisudawan dan para petinggi rektorat dengan pakaian hitam, topi hitam, berdiri bersama menyanyikan lagu yang tidak jelas apa artinya, gaudeamus igitur… setiap senat akan masuk dan keluar ruangan, ada satu petugas yang mengangkat tongkat dan mengetuk-ngetukkan ke lantai sehingga terdengar gemerincing dari lonceng kecil di tongkat itu… hiy….serem…. otak imaginer saya teringat dengan film-film penyihir dengan baju hitam, topi hitam, hidung runcing, yang berbaris rapi melakukan ritual membuat ramuan awet muda…[lho?!]. karena acara wisuda dilakukan dua kali pada hari yang sama, maka acara ceremonial yang mirip akan terjadi dua kali juga. untuk diketahui pemindahan kuncir alias tali yang ada ditopi wisuda secara satu per satu akan dilakukan di ceremoni fakultas dengan pejabat dekanat. nah… ini juga. bagaimana bisa pemindahan kuncir dijadikan simbol “konversi” mahasiswa menjadi sarjana dan setelah acara ini berhak menggunakan gelarnya. hehe… jadi penasaran juga, darimanakah ide ini muncul.

6. setelah acara wisuda: selamat menyaksikan hamparan sampah bertebaran.

7. semoga tidak lupa sholat zuhur…
—————————————————————————————————————–

opini pribadi: sesuatu yang tidak terlalu penting, yang dengan terpaksa mengikutnya saja kita tidak jelas mendapatkan manfaat. jadi biasa-biasa saja, tidak perlu berlebihan.

6 thoughts on “euphoria wisuda

  1. setelah dilakukan riset, ternyata orang-orang yang memiliki nama “dian” memiliki usia kampus yang lumayan lama..
    jadi mereka punya banyak kesempatan, untuk menyaksikan orang-orang wisuda duluan..

  2. kak dian, klu yg akan diwisuda tu indak ikut serta acr wisuda lai ndak ba a do kak? *lai ndak di absen do kan kak klu ndak datang? đŸ˜€

    1. hehe….
      klo sekarang, ijazah diserahkan waktu wisuda langsung..jadi klo nggak datang dapat ijazahnya belakangan, diurus ke fakultas pula…jadi ribet..

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s