Special consideration in therapy: geriatri

Dalam menentukan terapi, mulai dari menentukan apakah benar-benar diperlukan penggunaan obat sampai pemilihan obat dan bentuk sediaannya, harus dipertimbangkan tentang kondisi pasien. Pada kasus umum, dengan pasien usia dewasa yang tidak mengalami komplikasi, akan lebih mudah. Namun, ada beberapa kondisi yang harus dipertimbangkan dalam terapi jika berhadapan dengan kondisi khusus ini, yaitu:
1. Geriatri (Lansia > 65 tahun)
2. Pasien dengan gagal organ (terutama organ hati dan ginjal)
3. Pasien dengan komplikasi
4. Neonatus, bayi, dan anak (pediatrik)
5. Ibu hamil dan menyusui

kenapa harus jadi spesial? jawabannya adalah karena kondisi fisiologis pasien spesial ini pun spesial, tidak seperti pasien umumnya. ada perubahan kemampuan tubuh dalam merespon obat dan pengobatan.
perbedaan ini dapat ditinjau dari aspek farmakokinetika (nasib obat dalam tubuh), yaitu absorbsi (penyerapan), distribusi (penyebaran), metabolisme, dan ekskresi.
pada pasien geriatrik, pengosongan lambung diperlambat yang disebabkan oleh perubahan pH lambung dan mulai melambatnya gerakan peristaltik saluran pencernaan. Kondisi ini menyebabkan penyerapan obat-obat yang diabsorbsi secara transport aktif akan diperlambat, namun untuk obat-obat yang diabsorbsi secara difusi pasif tidak dipengaruhi oleh pengosongan lambung. Kemudian, penurunan massa tubuh, jumlah cairan, dan kadar albumin pada geriatrik mempengaruhi distribusi obat. Jika albumin dalam darah menurun, maka obat yang berikatan dengan protein pun akan berkurang, lebih banyak dalam bentuk bebas. albumin ini ibaratnya “angkot” si obat untuk mencapai tempat mana saja di tubuh, kalau berkurang, maka “si penumpang” akan sulit mencapai lokasi kerjanya, terutama untuk obat-obat yang bekerja sistemik.

Selain itu, fungsi hati geriatrik umumnya menurun sehingga aktifitas enzim hepar berkurang. Jika enzim berkurang, maka metabolisme pun berkurang. Berkurangnya metabolisme ini membuat obat semakin lama untuk dikeluarkan, dan semakin lama lah obat berada dalam darah. adanya penurunan metabolisme ini maka ekskresi juga akan berkurang, terutama untuk obat-obat non-polar, yang tidak diekskresikan langsung via urin. selain itu bisa juga diakibatkan menurunnya fungsi ginjal.

nah…kalau obat berlama-lama dan terlalu lama dalam tubuh, maka kerjanya akan lama pula. kemudian jika pemakaian obat berulang, bisa terjadi akumulasi obat dalam tubuh. kalau obat “menumpuk” dalam tubuh dan mencapai atau melewati konsentrasi aman nya (therapeutic window) sehingga masuk ke level toksik, dikhawatirkan akan muncul efek toksik yang berbahaya bagi kesehatan. Maka dari itu, penyesuaian terapi untuk geriatri harus dilakukan.

next session: bumil

### ini adalah resume pribadi untuk materi farmasi komunitas dan klinis. supaya lebih paham aja. bukan sebagai rujukan, tetapi hanya sebagai informasi dan mungkin bisa membantu untuk memahami.
ganbatte!
UAs mode ON

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s